Polisi Tembak Otak Pencurian Perhiasan Di Makassar

Riki yang merupakan otak dari pencurian perhiasan ditembak aparat kepolisian karena mencoba untuk melarikan diri ketika hendak diamankan oleh polisi di Jalan Maccini Pasar, Kecamatan Makassar, Makassar.

Riki berhasil ditangkap setelah buron selama lebih dari enam bulan.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko menjelaskan bahwa Riki merupakan otak dibalik pencurian perhiasan di rumah warga yang berada di Jalan Pajjenekang, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Dirinya bersama dengan tujuh rekannya berhasil mengondol 4 kalung emas, 6 liontin, 3 bros mawa dengan mutiara, emas batangan dengan berat 100 dan 175 gram, 15 buah liontin giok, 15 emas batangan dengan berat 2 kilogram, surat tanah dan sepasang cincin pernikahan setelah berhasil membobol brankas dan lemari.

“Korban melapor kepada polisi setelah melihat brankas dan lemari didalam rumahnya telah dalam keadaan dibongkar paksa. Ditotal kerugian yang diderita korban adalah Rp 1 miliar,” kata Indratmoko.

Polisi Tembak Otak Pencurian Perhiasan Di Makassar

Indratmoko menjelaskan bahwa sebelum Riki, aparat telah mengamankan 4 rekannya terlebih dahulu. Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil melakukan pengembangan hingga mengamankan Riki yang tengah bersembunyi disebuah rumah kos di Jalan Maccini Pasar.

Dirumah kos tersebut, Riki sedang melakukan pesta miras bersama teman-temannya.

Saat hendak diamankan, Riki mencoba melarikan diri dan tidak menghiraukan tembakan peringatan dari aparat yang dilepaskan sebanyak 3 kali.

“Anggota mengambil tindakan keras karena tembakan peringatan tidak dihiraukan oleh pelaku. Anggota menembak kedua kaki pelaku dengan masing-masing 2 butir peluru di kaki sebelah kiri dan kanan,” jelasnya.

Kapolsek Bontoala Kompol Andriani Lilikay menjelaskan abwha pihaknya kini tengah masih melanjutkan pengejaran terhadap rekan Riki yang masih buron. Rekan yang masih buron ini adalah yang berperan sebagai eksekutor dan juga penjaga situasi ketika pencurian dilakukan.

Riki bersama dengan rekan yang diamankan polisi telah mengakui perbuatan yang mereka lakukan. Perhiasan yang curi sendiri telah dijual dan dibagi-bagi.

“Kalau barang hasil curian telah dijual dan dibagi-bagi. Riki mendapatkan bagian Rp 15 juta yang digunakan untuk membeli kalung emas dengan berat 3 gram untuk istrinya,” jelas Andriani.

“Pelaku juga ada membeli satu unit kendaraan bermotor merek Yamaha Mio Soul seharga Rp 3,5 juta yang kemudian dijual kembali melalui media sosial. Sisa uang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.