Polisi Polda Sumut Amankan Dua Orang Pengelola Situs Judi Bola

Jajaran Polda Sumut kembali meringkus dua orang mengoperasikan situs judi online jaringan internasional di Medan, Sumatera Utara. Selain itu, polisi juga menangkan 7 orang yang diduga sebagai pejudi online.

Kedua perpanjangan tangan dari bandar tersebut adalah Arfendi dan Arjun. Kedua tersangka ini mengelola situs judi tersebut.

“Dua yang kami tangkap itu adalah pengelola situs judi bola onine. Arfendi merupakan perpanjangan tangan dari bandar yang berada di luar negeri sementara Arjun berstatus sebagai karyawan yang keduanya sama-sama mengelola situs tersebut,” kata Direskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi.

Polisi Polda Sumut Amankan Dua Orang Pengelola Situs Judi Bola

Sementara untuk enam tersangka yang diamankan lainnya yang diamankan adalah pemain judi poker online. Keenam tersangka tersebut diamankan di waktu dan tempat yang berbeda.

Keenam tersangka tersebut adalah SW (24), M (28), RI (30), RO (30), HE (22) dan MU (43). Semua tersangka adalah merupakan warga yang dengan KTP Medan dan berdomisili di Medan.

Andi menjelaskan bahwa kasus judi online merupakan kasus transnasional yang dimana melibatkan pihak asing sebagai bandar. Judi ini hanya menggunakan smartphone serta jaringan internet untuk dapat dimainkan.

“Judi online ini tidak ada batasnya. Selama ada smartphone, komputer ataupun produk gadget lainnya yang mendukung internet maka bisa dimainkan,” jelas Andi Rian.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Arfendi dan Arjun disebut dapat meraih keuntungan hingga ratusan juta per bulan.

“Arfendi merupakan agen judi online yang memiliki potensi keuntungan dari Rp 300 juta hingga Rp 400 juta per bulannya. Sementara itu Arjun merupakan karyawan yang digaji Rp 4 juta hingga Rp 5 juta,” ungkapnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 16 unit telepon genggam, 17 kartu ATM, 20 buku rekening, 2 buah layar monitor, 1 unit UPS, 1 unit CPU dan uang tunai Rp 2,2 juta.

Untuk pengembangan lebih lanjut, penyidik tidak menutup kemungkinan untuk memburu bandar yang berada di luar negeri tersebut.

“Bisa saja dilakukan pengembangan yang dimana akan berkoordinasi dengan interpol untuk memburu bandar yang merupakan pemilik dari situs tersebut. Kita lihat saja hasil penyelidikan seperti apa,” jelas Andi Rian.

Sementara itu, Arfendi yang mengelola situs tersebut mengatakan bahwa dirinya telah satu tahun menjadi agen judi tersebut dan dirinya mengatakan bahwa pendapatannya tidak sebanyak yang disebutkan oleh polisi.

“Sebulan hanya Rp 10 hingga Rp 15 juta karena kita disini juga kerja sama orang. Biasanya komunikasi dengan pemiliknya melalui WeChat,” ungkapnya.