Polisi Akhirnya Bekuk Komplotan Penipuan Dengan Modus Sebagai Karyawan MA

Polisi menangkap sindikat penipuan dan pencucian uang dengan modus menyamar sebagai panitera Mahkamah Agung ataupun Pengadilan Negeri. Komplotan ini terdiri dari enam orang yaitu AA, RL, A, EK, S alias Daddi dan S alias Awi.

“Sindikat ini ada enam orang. Kami tangkap semalam di Bekasi, Jawa Barat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

Dalam menjalankan aksinya, keenam tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda-beda dengan AA bertindak sebagai otak aksi tersebut.

AA memerintahkan tersangka RL, A dan EK untuk mencari dokumen korban dari situs MA atau PN.

Polisi Akhirnya Bekuk Komplotan Penipuan Dengan Modus Sebagai Karyawan MA

“Mereka mendapatkan data mengenai korban yang tengah berpekara di MA atau PN dari situs resmi institusi bersangkutan. Data yang mereka ambil itu adalah data perusahaan hinnga persorangan. Setelah didapatkan, pelaku akan mempelajari detail mengenai perkara yang tengah membelit korban,” ungkap Argo.

Untuk tersangka S atau Daddi sendiri berperan sebagai orang yang menyiapkan rekening untuk menerima uang hasil penipuan. Sementara itu tersangka S alias Awi berperan untuk menyediakan rekening penampung.

Ketika beraksi AA akan menghubungi korbannya dan mengaku sebagai seorang panitera senior di MA atau PN. Tersangka setelah itu menawarkan bantuan untuk membantu mengurus perkara yang tengah membelit calon korban dengan syarat mengirimkan sejumlah uang.

“Dia pernah meminta imbalan hingga mencapai Rp 1 miliar. Ada juga korban yang diminta untuk mengirimkan DP sebesar Rp 230 juta melalui transfer. Korban yang dihubungi ada yang tertipu ada juga yang tidak tertipu,” jelas Argo.

Tersangka AA mengaku telah menjalankan aksi penipuan ini selama 3 tahun. Uang hasil penipuan digunakan oleh AA untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga membeli sebuah rumah di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Atas perbuatannya tersebut, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 4 dan Pasal 5 juncto Pasal 2 Ayat 1 huruf r dan z UU RI Nomor 8 Tahun 2019 mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman penjara mencapai 20 tahun.