Polda Metro Jaya Ringkus 234 Pelaku Kriminal Dalam Satu Bulan Operasi

Polda Metro Jaya menangkap 234 orang selama satu bulan menggelar operasi KKYD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan). Jenis tindak kriminal tertinggi dalam satu bulan terakhir adalah tindak pencurian dengan pemberatan dan pencurain dengan kekerasan.

Pencurian dengan pemberatan berdasarakn pada KUHP Pasal 363 adalah pencurian biasa dengan adanya keadaan tertentu yang memberatkan. Keadaan tertentu tersebut antara lain adalah barang yang dicuri hewan (memamah biak) yang dilakuakn ketika adanya bencana seperti gempa, banjir dan kebaran, dilakukan malam hari ataupun pelaku lebih dari 1 orang.

“Ada 234 tersangka dan 210 barang bukti yang diamankan. Terdapat juga empat orang yang diberikan tindakan tegas karena melakukan pelawanan dan sebagainya,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya Ringkus 234 Pelaku Kriminal Dalam Satu Bulan Operasi

Gatot Eddy Pramono mengatakan bahwa perbedaan KKYD dengan operasi kepolisian lainnya adalah operasi yang dilakukan untuk menangani kejahatan jalanan atau street crime dan kejahatan konvensional yang sangat meresahkan warga seperti begal, pencuran dan lainnya.

Ratusan barang bukti dan tersangka dijejerkan di halaman Mapolda Metro Jaya pada jumpa pers. Barang bukti yang diamankan antara lain senjata tajam, senjata api, ganja dan ponsel.

Dari data Polda Metro Jaya, barang bukti yang diamankan pada operasi KKYD adalah sebanyak 7 senjata api, 26 senjata tajam, 52 motor, 23 peluru, 12 mobil, 12 laptop, 172,39 gr ganja dan 98 ponsel. Polsisi juga mengungkapkan total kerugian masyarakat adalah mencapai Rp 89 juta.

Pada operasi KKYD ini Polda Metro Jaya menggandeng lima Polres yang berada di wilayah Metro Jaya. Berdasarkan catatan, Polres Jakarta Barat menjadi wilayah yang paling banyak menangani kasus yaitu berjumlah 19 kasus dari seluruh Polres.

“Polres terbanyak dalam menangani kasus itu adalah Polres Jakarta Barat. Mayoritas kejahatan adalah curanmor,” kata Gatot.

Selain melakuakn penangkapan, operasi KKYD juga dijadikan ajang pembinaan. Selama operasi, Gatot mengatakan bahwa Polda Metro Jaya telah membina sebanyak 200 orang sebagai bagian dari pencegahan tindak kriminal.

“Operasi juga melakukan pembinaan dan pencegahan terhadap warga yang dianggap memiliki potensi melakukan tindak kejahatan,” kata Gatot.

“Contohnya adalah ketika operasi ditemukan sekelompok orang yang ingin melakukan tawuran. Kami bina terlebih dahulu sebelum dipulangkan ke rumahnya masing-masing.”

Gatot merujuk data dari KKYD menunjukan bahwa jumlah kejahatan mengalami penurunan selama satu bulan operasi KKYD dibandingkan jumlah tahun lalu. Dirinya mengatakan bahwa operasi ini akan dilakukan secara berkala untuk menciptakan kondisi yang kondusif.

“Ini bertujuan untuk meningkatkan kondusifitas serta keamanan untuk masyarakat. Selain itu, keamanan juga menjadi faktor bagi investor dalam menanamkan investasi mereka,” kata Gatot.