Polisi Amankan Tiga Pengedar Narkoba Yang Dikendalikan Dari Lapas

Polsek Metro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menangkap tiga pengedar narkoba yang diduga merupakan pengedar yang tergabung dalam jaringan yang dikendalikan oleh seorang narapidana di lapas.

“Dua dari tiga tersangka memperoleh barang dari seorang pemasok di lapas. Calon pembelinya juga dihubungkan dengan sang pengedar dari lapas. Tersangka bertugas untuk membawa, menyimpan dan menunggu perintah untuk menyerahkan barang ke calon pembeli dari napi di lapas,” kata Kepala Polsek Metro Kebayoran Baru AKBP Benny Alamsyah.

Petugas Reserse Kriminal Polsek Metro Kebayoran Baru pada awalnya menangkap dua orang tersangka dengan inisial AP dan DA di salah satu tempat kos di Jalan Joglo Raya, Jakarta Barat.

Polisi Amankan Tiga Pengedar Narkoba Yang Dikendalikan Dari Lapas

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu dengan berat mencapai 300 gram, timbangan dan beberapa telepon seluler yang digunakan untuk mempermudah transaksi dan juga berhubungan napi di lapas.

Setelah pengembangan, polisi juga menangkap tersangka lain yang berinisial GR di GOR Bulungan, Kebayoran Baru dengan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 36 gram.

Penyelidikan kembali dikembangkan dan polisi mengamankan delapan orang calon pembeli yang telah dinyatakan positif narkoba setelah melalui tes urine. Walaupun begitu, polisi tidak menemukan barang bukti pada delapan orang yang disinyalir sebagai calon pembeli.

“Delapan orang itu yang kami amankan disinyalir sebagai calon pembeli tersebut telah kami serahkan ke RS rehabilitasi,” kata Benny.

Dalam menjalankan bisnis haram tersebut, para tersangka mengambil barang dari orang kepercayaan seorang narapidana yang berinisial TB yang saat ini sedang mendekam di penjara.

Modus transaksi yang dilakukan adalah narkoba di tempelkan pada pohon ataupun di tong sampah yang telah disepakati dengan sang pembeli.

“Awalnya disebutkan bahwa salah satu lapas tempat napi TB ditahan akan tetapi setelah di cek tidak ditemukan,” kata Benny.

Benny menjelaskan bahwa tersangka AP merupakan residivis kasus penganiayaan yang baru saja selesai menjalani hukuman dari Rutan Cipinang. Sedangkan, untuk kedua tersangka lainnya yang berusia dibawah 30 tahun tidak memiliki pekerjaan tetap.

Tiga tersangka ini akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2, juncto pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 mengenai Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.