Masyarakat Apresiasi Langkah Kapolda Sumut Untuk Berantas Judi Togel Di Tapanuli Utara

Selama dua hari terakhir aktivitas judi togel atau toto gelap di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara berhenti total. Warga Tapanuli Utara kemudian menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Adrianto yang memberikan perhatian yang besar terhadap masalah judi ini.

Salah seorang warga Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Maniur Manalu menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Kapolda yang merespon keluhan dari masyarakat untuk menghentikan praktik perjudian di Tapanuli Utara.

“Kami bangga dengan kepedulian Kapolda Sumatera Utara yang memerintahkan anggota kepolisian di Polres Tapanuli Utara untuk melakukan penertiban togel yang memberikan keuntungan bagi para bandar-bandar yang sebagian besar beroperasi di Medan,” kata Maniur.

Masyarakat Apresiasi Langkah Kapolda Sumut Untuk Berantas Judi Togel Di Tapanuli Utara

Hanya saja Maniur menilai bahwa respon tersebut tergolong lamban karena judi togel telah bebas beroperasi kurang lebih 1 tahun di wilayah Tapanuli Utara yang dikenal sebagai kota wisata rohani.

“Mudah-mudahan tidaklah beroperasi kembali di kota wisata rohani ini. Harus kita pertahankan dengan baik kota ini,” kata Maniur.

Seorang warga Sipoholon, H Simanjuntak lebih jauh menaruh harapan besar kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk dapat menindak para aparat yang disinyalir menerima upeti atau setoran dari para bandar judi togel.

“Harusnya Pak Kapolri menelusuri kebenaran dari berita adanya ratusan juta yang diberikan kepada para aparat hukum selama satu tahun terakhir dimana judi togel menjamur tanpa ada penindakan dari para aparat,” kata Simanjutak.

Sejauh ini, aktivitas judi togel sudah tidak terlihat beroperasi seperti dulu di warung yang berada di wilayah Tarutung dan beberapa kecamatan sekitarnya.

“Terima kasih Pak Kapolda Irjen Agus Adrianto,” kata B Situmeang, warga Sipoholon yang juga memberikan apresiasi atas berhentinya operasi judi togel yang disebut dikendalikan oleh seorang cukong yang berasal dari Medan tersebut.

Lambas Pasaribu yang merupakan seorang praktisi hukum di Tapanuli Utara mengatakan bahwa peredaran judi togel telah tumbuh subur seperti jamur di musim hujan di tengah masyarakat Tapanuli Utara. Hal ini dianggapnya telah mencederai nama baik dari kota Tarutung yang dikenal sebagai kota wisata rohani.

Dirinya juga meminta agar Polri dapat bertindak dengan tegas dan jangan menerima upeti dari para operator judi terutama para bandar togel tersebut.

“Judi semakin merajalela hingga sudah muncul terang-terangan di Taput ini seolah hukum itu sudah tidak ada lagi,” kata Lambas.

Menurutnya, berjudi atau turust serta berjudi dilarang dalam ketentuan pidana Pasal 542 KUHP. Akan tetap berdasarkan pada ketentuan yang diatur dalam Pasal 2 ayat 4 UU Nomor 7 Tahun 1974 mengenai Penertiban Perjudian telah diubah sebutannya menjadi ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 303 bis KUHP.

“Prinsip bermain judi sebagaimana yang telah ditetapkan pada Pasal 303 KUHP diartikan sebagai tiap permainan yang kemungkinan akan menang pada umumnya bergantung pada untung-untungan atau kemungkinan saja. Juga kalau kemungkinan akan menang itu bertambah besar karena pemain menjadi lebih pandai,” kata Dosen Fakultas Hukum Universitas Quality Medan-Berastagi yang juga tengah menempuh pendidikan doktoral di bidang hukum di Unissula Semarang.

Dijelakan oleh Lambas, judi itu meliputi semua perjanjian pertaruhan mengenai keputusan perlombaan atau permainan lain yang tidak diadakan oleh mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang cepat, kegiatan judi telah mulai beralih ke judi online yang lebih mudah dilakukan dan lebih aman.