Kejahatan Genosida yang Paling Diingat Dalam Sejarah

Genosida atau genosid atau istilah dalam bahasa inggris disebut Genocide merupakan sebuah bentuk tindakan kejahatan  kemanusiaan yang tidak manusiawi. Dalam pengertian luas Genoside merupakan istilah yang diapakai untuk menyebut pembataian yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis terhadap sebuah bangsa atau suku bangsa sebagaimana dalam pengertian konflik antar ras . Tujuan tindakan tidak manusiawi ini tidak lain adalah dengan maksud memusnahkan atau (membuat punah) bangsa tersebut. Dapat disimpulkan bahwa genosida merupakan sebuah upaya atau tindakan pemusnahan massal terhadap suatu suku bangsa tertentu.

 

Hasil gambar untuk kejahatan genosida

Tindakan ini tentunya sangat melanggar Hak Asasi Manusia. Sebab tidak ada alasan apapun yang menghalalkan untuk kemudian melakukan pemusnahan terhadap suatu suku bangsa seperti dalam penyebab konflik antar ras . Sepanjang sejarah perkembangan dunia kejahatan genosida pernah tercacat terjadi beberapa kali dalam satu kurun waktu. Tentunya ini merupakan bagian dari sejarah kelam. Penyebabnyapun bermacam-macam mulai dari ingin menguasai wilayah hingga ketidaksukaan atau kebencian terhadap suatu suku bangsa.

Sejarah mencatat beberapa tindakan genosida dilakukan dengam begitu keji dan kejam seperti dalam penyebab perang israel palestina . Pada akhirnya suku bangsa memang melakukan perlawanan. Namun, dari segi kekuatan dan persenjataan mereka kalah telak. Sehingga kemudian pembinasaa suku bangsa takdapat terhindarkan. Pada akhirnya kita hanya bisa membaca merekandari sejarah tanpa tau eksistensi mereka. Berikut merupakan 4 contoh kejahatan genosida yang paling diingat dalam sejarah.

Hasil gambar untuk kejahatan genosida

1. Pembantaian Bangsa-bangsa Indian di Benua Amerika

Sebelum kedatangan bangsa Eropa ke Amerika terjadi. Benua yang sangat luas itu adalah wilayah yang sangat damai. Tak ada yang namanya perpecahan hingga akhirnya menyebabkan kematian banyak orang. Saat bangsa Eropa masuk, wilayah di Amerika lambat laun mulai dikuasai karena mengandung banyak sekali sumber daya alam yang sangat melimpah. Awalnya bangsa Indian menyambut baik kedatangan bangsa eropa. Namun, lama kelamaan bangsa Eropa bersikap serakah dan ingi menguasai seluruh tanah yang ada di Amerika.

Untuk mendapatkan tanah di Amerika, sebuah bibit penyakit di bawah dari Eropa. Orang Indian yang masih sangat alami tentu tidak kebal dengan penyakit seperti typus, demam kuning hingga leptospirosis yang disebarkan oleh tikus. Akibatnya, populasi Indian jadi menipis dengan tajam. Bahkan di bagian Massachusetts saja, 90% penduduknya mati akibat epidemi yang dibawa oleh bangsa Eropa. Tidak cukup sampai disitu, mengetahui fakta bahwa mereka tidak disukai oleh bangsa Indian bangsa Eropa kemudian mengerahkan segala cara untuk merebut tanah milik bangsa Indian.

Bangsa Eropa kemudian mendirikan Amerika dan melakukan pengusiran terhadap suku Indian. Merasa bahwa tanah Amerika adalah tanah leluhur mereka tentunya berbagai penolakan datang dari bangsa Indian. Bangsa Eropa kemudian dengan mengerahkan seluruh kekuatan dan persenjataannya untuk menumpas habis bangsa indian. Akibatnya pembantaian dan pembunuhan massal tak dapat terhindarkan. Pada akhirnya kita hanya bisa mendengar cerita dan sejarah kelam ini tanpa pernah akan menemukan dan melihat bagaimana suku Indian Asli pemilik benua Amerika.

2. Pembantaian Bangsa Aborijin di Australia

Suku Aborijin merupakan suku asli yang tinggal dibenua Australia. Pada awalnya mereka telah mendiami wilayah ini selama lebih dari 60 ribu tahun lamanya. Namun, kisa pilu yang terjadinpada suku Aborijin terjadi pada saat meletusnya perang dunia 1 sebagaimana penyebab israel dan palestina berperang . Dimana wilayah Australia yang saat itu merupakan bagian dari negara persemakmuran Inggris menjadi lokasi pembuangan para tahanan. Kondisi ini kemudian memicu konflik yang terjadi antara suku Asli Aborijin dan suku pendatang. Para pendatang ini berhasrat untu meminta dan menguasai wilayah Australia, keinginan mereka ini seperti mengabaikan fakta bahwa Australia merupakan wilayah asli yang dimiliki oleh suku Aborijin.

Inggris melakukan pembantaian ditahun 1806. Ratusan penduduk pribumi ditembak dan dikeroyok hingga tewas. Tercatat dalam laporan surat kabar Independen tahun 1997, banyak terjadi kasus pemerkosaan yang akhirnya menularkan penyakit mematikan bagi suku Aborigin. Setidaknya 10 ribu suku Aborigin tewas terbunuh. Arsip tersebut juga menyebutkan beberapa korban tewas karena menjadi ‘bahan mainan bangsa kulit putih’.

Pembantaian ini masih terus terjadi hingga abad ke-20 an bahkan hingga saat ini. Bangsa Aborijin dianggap sebagai spesies manusia yang tidak membangun. Sehingga pada tahun 1890 wakil presiden Royal Society di tasmania, James Barnard menulis, “Proses pemusnahan ini adalah suatu prinsip evolusi dan yang kuatlah yang terus hidup.” Suku pribumi ini masih dikucilkan dari peradaban modern benua Australia dengan penempatan daerah yang terkucil. Serta berbagai kebijakan yang memperparah kepunahan suku ini.

3. Pembantaian Kaum Yahudi yang Dilakukan oleh Nazi

Dikenal sebagai Holocaust yang merupakan persekusi dan pembantaian sekitar enam juta orang Yahudi yang dilakukan secara sistematis, birokratis dan disponsori oleh rezim Nazi beserta para kolaboratornya sebagai dampak konflik agama . Tindakan ini dinilai sebagai salah sati bentuk genosida yang paling tidak mamusiawi. Nazi Jerman yang mulai menjadi penguasa Jerman sejak tahun 1933 beranggapan bahwa bangsa Jerman adalah “ras unggul” sedangkan kaum Yahudi dianggap “inferior,” yaitu ancaman luar terhadap apa yang disebut dengan masyarakat rasial Jerman.

Holocoust sendiri merupakan tragedi genosida terbesar sepanjang massa. Pembunuhan ini langsung dipimpin oleh Adolf Hitler yang merupakan Ketua Partai Nazi. Lebih dari satu juta anak Yahudi, dua juta wanita Yahudi dan tiga juta pria Yahudi tewas dalam pembantaian ini sebagai dampak konflik agama . Nazi lalu memerintahkan orang Yahudi dan Rom untuk dikurung di ghetto sebelum dipindahkan dengan kereta barang ke kamp pemusnahan. Lalu ketika orang Yahudi dan Rom selamat di perjalanan, mereka akan dibunuh secara sistematis di kamar gas yang telah disediakan.

4. Pembantaian Bangsa Kurdi

Kurdi sendiri adalah sebuah kelompok etnis di Timur Tengah, sama halnya dengan kelompok etnis lainnya seperti etnis Arab, Turki, Yahudi, dan Persia yang sekarang merujuk pada negara Iran. Bedanya, mereka tak memiliki wilayah yang berdaulat sebagaimana ciri-ciri demokrasi terpimpin . Wilayah yang mereka sebut sebagai Kurdistan bukanlah sebuah negara resmi yang diakui dunia. Yazidi, masih merupakan etnis Kurdi yang merupakan komunitas agama kuno bernama Yazdanisme atau Yazidisme.

ISIS telah menyatakan bahwa kelompok Yazidi sebagai penyembah setan. Mereka mengambil dua ladang minyak kecil di dekat situ.  ISIS telah membantai hingga 5.000 orang Yazidi selama bulan Agustus,2014. Sedangkan data dari Pemerintah Daerah Kurdistan Irak pada Desember 2014 memperkirakan total jumlah Yazidi yang tewas atau hilang mulai dari laki-laki, perempuan dan anak-anak asal Sinjar sebanyak 4.000 orang.

4 contoh kejahatan genosida yang palinh diingat dalam sejarah. Menjadi pengingat bagaimana kekejaman yang tidak manusiawi yang dilakukam dengan tujuan untuk pemusnahan manusia. Tentunya merupakan bagian dari sejarah yang akan terus diingat sebagai kejahatan kemanusiaan. Semoga artikel ini dapat membantu.