Pria di Bali Rusak Altar Gereja, Polisi Sebut Tidak Ada Unsur Kriminal

Pria berinisial A merusak altar Gereja Katolik Santo Yoseph di Jalan Kepundung, Denpasar, Bali. Namun kepolisian menyebutkan pria tersebut mengalami depresi akut.

Hal tersebut diketahui setelah A diperiksa di Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Sanglah dan berdasarkan keterangan dari keluarganya.

1. A selalu diam selama diperiksa polisi

Pria di Bali Rusak Altar Gereja, Polisi Sebut Tidak Ada Unsur Kriminal

Kepala Polisi Resor Kota Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengatakan pihaknya telah memeriksa pria tersebut. Selama pemeriksaan, A selalu diam. Saat itulah diputuskan diperiksa ke RSUP Sanglah.

“Kejadian di Gereja Santo Yoseph kemarin yang kita amankan telah dilakukan interogasi. Saat diamankan, dia diam dan kita amankan ke RSUP Sanglah,” kata Ruddi di Lapangan Renon, Denpasar, Bali.

2. Keluarga melihat A bengong saat hendak sembahyang

Pria di Bali Rusak Altar Gereja, Polisi Sebut Tidak Ada Unsur Kriminal

Dari hasil pemeriksaan awal di unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Sanglah, A mengalami depresi akut. Keluarga juga mengakui jika ia nampak bengong saat hendak sembahyang, lalu menitikkan air mata dan melakukan perusakan.

“Jadi yang kita amankan telah dirawat di RS Sanglah. Melihat kondisinya memang sakit dan dia juga meminum obat tensi tinggi,” ujar dia.

3. Tidak ada unsur kriminal dalam kasus ini

Pria di Bali Rusak Altar Gereja, Polisi Sebut Tidak Ada Unsur Kriminal

Kasus tersebut juga dianggap tidak ada unsur kesengajaan atau kriminal. Ruddi juga berterima kasih kepada masyarakat yang tidak terprovokasi usai perusakan tersebut.

“Sampai sekarang saya ucapkan terima kasih kepada umat di Gereja yang kondusif. Dia memang umat di gereja tersebut,” kata dia.

4. A datang bersama istrinya saat kejadian

Pria di Bali Rusak Altar Gereja, Polisi Sebut Tidak Ada Unsur Kriminal

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pria berinisial A merusak altar Gereja Santo Yoseph, Selasa (9/7) kemarin. Ia awalnya berniat sembahyang bersama istrinya. Namun tiba-tiba menangis dan merusak sejumlah barang di gereja tersebut. Istrinya yang berusaha menenangkan ikut teraniaya.

A langsung diamankan kepolisian dan dibawa ke Polsek Denpasar Timur.