Istri Pelaku Penusukan Wiranto Yang Terlibat Ternyata Berusia 20 Tahun!

Pelaku Penusukan Wiranto Sepasang Suami Istri: Sang Istri Baru Berusia 20 Tahun
Dua pelaku penusukan Menkopolhukam yang merupakan suami istri, Syahril Amansyah alias Abu Rara, dan Fitri Andriana.

Dua orang pelaku penusukan Menkopohukam Wiranto ternyata sepasang suami istri.

Polisi telah mengamankan kedua pelaku yang nekat menikam Wiranto sesaat setelah turun dari mobil di Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Berdasarkan keterangan polisi, pelaku perempuan bernama Fitri Andriana.

Perempuan berusia 20 tahun ini lahir di Brebes 5 Mei 1998.

Dalam kartu tanda penduduk (KTP) miliknya, Fitri beralamat di Desa Sitanggai, Brebes.

Di Pandeglang. Fitri tinggal di Kampung Sawah.

Sementara eksekutor penusuk Wiranto yang merupakan suami dari Fitri adakah Syahril Amansyah alias Abu Rara.

Abu Rara lahir di Medan 24 Agustus 1988.

Dia tinggal di Jalan Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Keduanya ditangkap dan dibawa ke Mako Polsek Menes.

wiranto0011

 

Kronologi

Wiranto yang baru keluar dari mobil tiba-tiba ditusuk orang tidak dikenal dari arah samping kiri mobil. Usai kejadian itu Wiranto langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kini Wiranto dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto.

Kondisi terkini Menko Polhukam, Wiranto, setelah diserang oleh kedua warga.

Wiranto dipindahkan dari SRUD Berkah Pandeglang, Banten, ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Wiranto akan menjalani perawatan lebih intensif di rumah sakit TNI Angkatan Darat.

Direktur RSUD Berkah yang merawat Wiranto, Dokter Firmnasyah, menjelaskan, Wiranto mendapat dua luka tusukan dan cukup dalam.

Oleh karena itu, Wiranto akan dirujuk ke RSPAD Jakarta.

Ia menjelaskan, ketika dibawa ke IGD RSUD Berkah, Wiranto dipangku oleh ajudan dan dalam kondisi sadar.

“Beliau mendapat dua luka di bawah perut dan ditangani RSUD dalam kondisi sadar,” kata Firmasnyah kepada Kompas TV.

 

Firmansyah mengatakan, pihaknya langsung melakukan tindakan medis.

Baca: Diserang Sosok Tak Dikenal di Banten, Inilah Profil Lengkap Wiranto

Baca: Beredar Video Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal di Pandeglang, Begini Penjelasan Polisi

Menurutnya, jika luka tusuk cukup dalam, maka tindakan yang harus dilakukan bisa berupa operasi.

Oleh karena itu, Wiranto harus dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wiranto diserang kedua orang dalam kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10/2019).

Dalam siaran langsung live streaming Kompas TV, reporter Audrey melakukan telewicara dengan Direktur RSUD Berkah Pandeglang, dr Firmansyah.

Terduga sosok penyerang Wiranto

Firmansyah mengatakan, Wiranto, tengah dalam perjalanan ke RSPAD Gatot Subroto.

Sebelumnya, Wiranto menjalani penanganan darurat id IGD RSUD Berkah.

 

“Beliau sudah ditangani penanganan medik, awalnya di Klinik MMC lalu di IGD RSUD Berkah, saat ini tengah dalam perjalanan kr RSPAD Gatot Subroto,” ujarnya.’

Kepada jurnalis Kompas TV, Firmansyah membeberkan luka tusukan benda tajam yang dialami oleh Wiranto dan seorang anggota prajurit pengawal Wiranto.

“Lukanya di bagian bawah perut bagian kiri, ada dua tusukan,” ungkapnya.

Berikut kronologi lengkap menit demi menit penusukan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang.
Pada hari Kamis tgl 10 Oktober 2019 Pukul 11.50 Wib bertempat di Alun-alun Menes Kec. Menes Kab. Pandeglang telah terjadi tindak penusukan terhadap Menko Polhulam Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto dengan kronologi sebagai berikut :

1. Pukul 08.57 WIB

Menkopolkam dan rombongan tiba di Alun-alun Menes Desa Purwaraja Kec.Menes Kab. Pandeglang disambut oleh Kapolda Banten, Danrem 064/MY, Bupati Pandeglang Dandim 0601/Pdg dan Kapolres Pandeglang.

2. Pukul 09.05 WIB

Menuju Kampus Universitas Mathlaul Anwar Banten, Jln. Raya Labuan KM. 23 Kp. Cikaliung Desa Sindanghayu Kec. Saketi Kab. Pandeglang.

3. Pukul 09.17 WIB

WIRANTO002

Tiba di Kampus Universitas Mathlaul Anwar Banten, Jln. Raya Labuan KM. 23 Kp. Cikaliung Desa Sindanghayu Kec. Saketi Kab. Pandeglang selanjutnya menghadiri persemian gedung perkuliahan Universitas Mathlaul Anwar hadir dalam acara tersebut al :

a. Irjen Pol Tomsi Tohir.(Kapolda Banten).
b. Brigjen pol Drs Tomex Kurniawan.(wakapolda Banten)
c. Kolonel Inf Widiyanto (Danrem 064/MY).
d. Mayor Cpm Rukwan Hadi.S.Ag.(Dandenpom lll/4).
e. Hj.Irna Narulita SE.MM(Bupati Pandeglang).
f. AKBP. Indra Lutriyanto Amstono,SH. S.IK (Kapolres Pandeglang).
g. Letkol Inf. Denny Juwon Pranata,M.Tr. ( Han )(Dandim 0601/Pandeglang).
h. Letkol Inf Faurizal Noerdin.(Danyon 320/BP).
i. KH Irsyad Djuwaeli.(Ketua Majlis Amanah Matlaul Anwar.)
j. KH.Sadeli Karim.(Ketua Umum Matlaul anwar).
k. Syeh HasimAhmad Al goji.(Dosen Al-Azhar Kairo).
l. Para Dekan fakultas dan Dosen UNMA Banten.

4. Pukul 10.47 WIB

Menko Polhukam dan rombongan menuju Ruang transit di Gedung I Universitas Mathlaul Anwar untuk makan siang.

5. Pukul 11.00 WIB

Presma Unma Sdr. Agus Hidayat didampingi Sdr. Erik Wakil Presma Unma menemui Menkopolhukam untuk memyampaikan aspirasi.

Adapun tanggapan yang disampaikan bahwa aspirasi tersebut akan disampaikan ke presiden.

6. Pukul 11.30 WIB

Menkopolhukam meniggalkan Unma Menuju Alun-alun menes Kec. menes Kab. Pandeglang.

7. Pukul 11.50 WIB

Tiba di Alun-alun Menes.

8. Pukul 11.50 WIB

Selanjutnya dari arah belakang pelaku atas nama Syahrial Alamsyah menusuk Menkopolhukam hingga tersungkur.

Pelaku diamankan di Polsek Menes dan sedang dimintai keterangan.

9. Pukul 11.55 WIB

Menkopolhukam tiba di Klinik Menes Medical Center Kec. Menes Kab. Pandeglang untuk mendapat pertolongan.

10. Pukul 12.00 WIB

Menkopolhukam dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandeglang Kec. Kaduhejo Kab. Pandeglang.

Selain Wiranto, dikabarkan, ada 2 orang lainnya yang kena tikaman.

Salah satunya adalah Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutriyanto Amstono,SH. S.IK yang terkena tusukan di bagian punggung.