Ini Baru Benar, Polres Majalengka Menolak Surat Penangguhan Anak Bupati Terkait Kasus Penembakan.

Polres Majalengka Tolak Surat Penangguhan Penahanan Anak Bupati, Gelar Perkara Kasus Penembakan

 

Kepolisian Resor (Polres) Majalengka menggelar giat perkara atas kasus penembakan yang melibatkan anak kedua Bupati Majalengka, Selasa (19/11/2019).

Digelar di salah satu ruangan gedung Polres Majalengka, gelar perkara tersebut melibatkan para intern Polres Majalengka, baik para penyidik maupun Propam.

Kapolres Majalengka mengatakan, gelar perkara tersebut dimaksudkan untuk menyamakan satu persepsi kelanjutan perkara tersebut.

Disampaikan dia, dari sejumlah pembahasan, salah satu materi pembahasannya, yaitu terkait surat penangguhan dan pencabutan gugatan perkara.

 

“Ya semaunya sudah kami bahas, baik itu surat penangguhan maupun surat pencabutan perkara yang dilakukan oleh pihak tersangka maupun dari pihak korban,” ujar AKBP Mariyono, Selasa (19/11/2019).

Lanjut Kapolres, hasil pembahasan tersebut, penyidik menolak hasil pengajuan penangguhan penahanan itu.

Dijelaskan dia, alasan tidak dikabulkannya surat pengajuan penangguhan itu, yaitu surat tersebut tidak menggugurkan proses penyidik.

“Jadi untuk penangguhan penahanan saran daripada penyidik tidak kita lakukan, artinya yang bersangkutan tetap kota tahan untuk mempercepat dan mempermudah penyelesaian berkas perkara,” ucap dia.

Sementara, untuk pencabutan perkara, Kapolres menambahkan, surat tersebut akan dilampirkan dalam pemberkasan nantinya.

 

Pihaknya, juga akan terus berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk menyelesaikan perkara tersebut.

“Kita akan mempercepat kasus ini, seperti yang kita sampaikan kemarin bahwa kita akan segera berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk menyelesaikan perkara ini,” kata Kapolres.

Sekadar informasi, Polres Manalengka telah menetapkan dua orang tersangka baru dalam kasus penembakan yang dilakukan oleh anak Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam.

Kedua orang tersangka baru itu kini sudah ditahan di Rutan Mapolres Majalengka.

Dua tersangka tersebut, atas nama Soleh dan Udin yang berprofesi sebagai Honorer dan Buruh dari pihak tersangka. (*)