Polisi Polda Kepri Amankan Sindikat Togel Internasional

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau berhasil mengamankan sindikat judi angka seperti togel SGP atau Singapura dan togel Hongkong. Para sindikat ini telah beroperasi dalam waktu yang lama di Batam, Kepri dan meraup keuntungan yang cukup besar.

Dalam konferensi pers yang dilakukan di Mapolda Kepri, polisi mengungkapkan bahwa mereka mengamankan 9 orang tersangka yang terlibat dalam tindak pidana judi internasional ini. Para tersangka diantaranya adalah IS sebagai bandar, ES sebagai operator, GP dan TP sebagai orang yang merekrut pemain, TM dan IH sebagai perekap dan penulis serta RS sebagai pembeli. Semua tersangka ini diamankan di beberapa TKP yang berbeda.

Polisi Polda Kepri Amankan Sindikat Togel Internasional

Polisi Polda Kepri Amankan Sindikat Togel Internasional

“Mereka diamankan berdasarkan dari laporan masyarakat dan beredarnya pesan singkat di media sosial. Tersangka pertama yang berhasil diamankan adalah IS dari sebuah lokasi pencucian mobil yang ada di daerah Sagulung. Berikutnya dilakukan pengembangan hingga akhirnya tersangka lainnya yang ada di kedai kopi dan daerah di Sagulung dan Batu Aji,” kata Wakil Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Ari Darmanto yang didampingi oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri, AKBP Priyo Prayitno.

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa uang tunai mencapai Rp 12.273.000, 12 unit hp, 4 buah pulpen, 6 buku tulis dan satu unit laptop.

“Masih dilakukan pengembangan dan tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada beberapa tempat perjudian serupa yang tersebar di Batam. Kami kembangkan ke beberapa bandar dan pengepul lainnya,” kata Ari.

Dari 9 tersangka yang diamankan, beberapa diantaranya adalah pemain lama yang beberapa kali berurusan dengan pihak kepolisian. Mereka seakan tidak jera dan beroperasi kembali. Kegiatan judi ini menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

“Bandar bisa memperoleh keuntungan Rp 4 juta dalam sekali putaran. Mereka mengulangi ini karena keuntungan itu tadi. Selain juga karena mereka tidak memiliki pekerjaan,” kata Ari.