Polisi Tangkap 5 Pelaku Pinjaman Online Ilegal

Polres Metro Jakarta Utara menangkap lima orang yang menjadi tersangka terkait kasus pinjaman onlien ilegal yang ada di kawasan Pluit Village, Penjaringan, Jakarta Utara.

Lima tersangka tersebut yaitu seorang WNA asal China yang berinisial LI dan sisanya merupakan warga negara Indonesia yang berinisial DS sebagai debt collector, AR sebagai supervisor dan FQ serta DX.

“Kami sudah emlakuakn penetapan tersangka terhadap lima orang. Akan tetapi saat itu yang sudah dilakukan penangkapan adalah tiga orang saja dan itu menyusul dua orang lagi,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Hedi Susianto di Mapolres Jakarta Utara.

Polisi Tangkap 5 Pelaku Pinjaman Online Ilegal

Budhi mengatakan bahwa LI, DS dan AR diamankan terlebih dahulu pada saat penggerbekan 20 Desember 2019 lalu. Setelah itu penangkapan dua tersangka lainnya yaitu FQ dan DX dialkukan empat hari setelahnya dengan kerjasama antara Polres Jakarta Utara dengan Polresta Balerang.

Menurut Budhi, kedua tersangka yang menjabat sebagai direksi dari PT Baracuda Fintech ini ditangkap ketika berada di wilayah Batam, Kepulauan Riau.

“Jadi, kami telah berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka DPO yaitu dirut dan wakil dirut dari PT Barracuda Fintech di daerah Batam, tepatnya di Batam Center,” kata Budhi.

Diketahui bahwa pelanggaran hukum yang dilakukan oleh perusahaan yang bernama PT Vega Data dan Barracuda Fintech ini adalah meminjamkan uang akan tetapi tidak terdaftar dan tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Modus perusahaan ini adalah dengan menggunakan SMS Blasting untuk dapat menggaet nasabah. Untuk meminjamkan dana, perusahaan ini tidak mengenakan bunga akan tetapi mereka akan memotong dana pinjaman nasabah di depan dengan alasan administrasi.

Para pelaku ini akan dijerat dengan UU ITE, KUHP dan UU Perlindungan Konsumen dengan ancaman masing-masing lima tahun penjara paling lama.