Seorang Pengedar Narkoba Di Tembak Mati Polisi Setelah Membacok Polisi Ketika Ditangkap

Polisi kembali menembak mati budak narkoba. Kali ini polisi menembak mati seorang yang menjadi kurir sekaligus pengedar sabu dan pil ekstasi.

Pelaku yang berinisial RW (29 tahun) merupakan warga Petemon Kuburan, Sawahan, Surabaya. Kasus ini diawali dari pengembangan kasus pil happy five dengan tersangka FM (24 tahun) yang merupakan warga Blimbing, Malang.

Dari FM, polisi memperoleh informasi terkait adanya transaksi narkoba di kos FM yang berada di Petemon Sidomulyo Utara. Dari transaksi ini polisi akhirnya menangkap RW dengan barang bukti berupa 1 ons sabu dan 50 butir pil ekstasi setelah mengeledah kos dari RW.

Seorang Pengedar Narkoba Di Tembak Mati Polisi Setelah Membacok Polisi Ketika Ditangkap

Di kos tersangka, polisi juga menemukan barang yang diindikasikan sebagai bagian dari pengiriman narkoba lainnya.

“Kami juga menemukan tiga bungkus kertas dengan warna coklat bekas pengiriman barang dan beberapa plastik yang berukuran kecil,” kata Kasat Narkoba AKBP Memo Ardrian.

RW akhirnya mengaku bahwa memang ada pengiriman lain dan narkoba tersebut berada di sebuah gudang yang berada di wilayah Jabon, Sidoarjo.

RW lalu dikeler ke gudang tersebut. Namun saat berada di lokasi, RW tiba-tiba mengambil sebuah parang yang ada di gudang tersebut. Dia melawan petugas yang membawanya ke gudang tersebut dengan mengayunkan parang tersebut. Akibat tindakan pelaku, dua polisi mengalami terluka.

“Saat kita keler sekitar jam 03.00 WIB, pelaku berusaha untuk melawan petugas dengan sebilah parang yang diambil didalam gudang. Terpaksa kami lakukan tindakan tegas dan terukur,” lanjut Memo.

Polisi mencoba untuk menolong RW dengan membawanya ke RS Bhayangkara akan tetapi sayangnya nyawa RW tidak tertolong. Jasad RW telah dipindahkan ke kamar mayat yang ada di RSU dr Soetomo dan tinggal menunggu pihak keluarga datang untuk mengambil jasad tersangka.