Pemprov DKI Tutup Diskotek Golden Crown Setelah Terindikasi Narkoba

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata atau TDUP dari PT Mahkota Aman Sentosa yang lebih dikenal dengan nama Diskotek Golden Crown, Jakarta Barat karena adanya peredaran narkoba. Diskotek ini sudah tidak dapat beroperasi dan akan segera disegel.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia.

“Sejak 7 Februari dinyatakan tidak boleh lagi beroperasi dan akan segera disegel. Sudah resmi dicabut TDUP-nya,” kata Cucu.

Cucu menjelaskan bahwa keputusan ini dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP dengan Surat Keputusan yang bernomor 19 tahun 2020.

Pemprov DKI Tutup Diskotek Golden Crown Setelah Terindikasi Narkoba

Terdapat dua surat yang dikeluarkan yaitu surat No. 431/-1.751.21 yang ditujukan kepada Kepala Satpol PP dan No. 432/-1.751.21 kepada Kepala DPMPTSP. Dalam surat tersebut Cucu meminta Satpol PP DKI untuk segera melakukan penutupan terhadap Golden Crown di Glodok Plaza, Jakarta Barat.

Cucu menambahkan pencabutan ini berdasarkan kasus narkotika dan dikuatkan oleh pemberitaan media. Golden Crown melanggar Pasal 56 Pergub Nomor 18 Tahun 2018 mengenai Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

“Berdasar pemberitaan tersebut terindikasi kuat pada pelanggaran penyalahgunaan dan pembiaran pengguna narkoba pada pengunjung di tempat usaha dari diskotek Golden Crown,” tegas Cucu.

Sebelumnya, BNN melakukan operasi razai Diskotek Golden Crown pada Kamis, 6 Januari 2020. Terdapat 184 orang yang diamankan untuk dites urine. Hasil dari tes urine tersebut terdapat 107 orang positif narkoba.

“Positif menggunakan narkoba 107 orang yang dimana 44 wanita dan 63 pria. Terindikasi mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi dan sabu,” jelas Arman Depari, Deputi Penindakan BNN.

Razia juga dilakukan di Diskotek Venue pada hari yang sama. Dari diskotek yang berada di Jakarta Selatan tersebut, sebanyak 105 orang ditangkap dan dari jumlah tersebut satu orang terbukti positif narkoba.