Polisi Mulai Mengungkap Misteri Pembunuhan Wanita Cantik Di Lembang

Kasus pembunuhan Marwah Sofiyah alias Anjanii Bee (20) masih menyiskaan tanda tanya. Polisi hingga saat ini masih mencari pelaku pembunuhan perempuan muda bertato “Burung Hantu” tersebut.

Kasus pembunuhan ini diawali dari penemuan sosok mayat perempuan oleh seorang pedagang asongan yang melintas di depan sebuah hotel di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Mayat perempuan bertato “Burung Hantu” dan tulisan “Fu*k My Life” tersebut diketahui bernama Marwah Sofiyah alias Anjanii Bee.

Polisi lalu bergerak untuk menyelidiki penemuan mayat tersebut. Setelah melakukan berbagai penelusuran disimpulkan bahwa perempuan tersebut berasal dari Subang dan merupakan korban pembunuhan.

Hal ini dikuatkan dengan hasil olah TKP. Plisi menembukan beberapa luka di tubuh korban yang mengarah kearah tindak kekerasan. Polisi lalu memeriksa beberapa saksi untuk membuka tabir gelap kasus pembunuhan ini. Total ada 42 saksi yang telah diperiksa oleh polisi terkait pembunuhan ini.

“Sekaarang kami telah memeriksa 42 saksi,” kata Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Marzuki.

Polisi Mulai Mengungkap Misteri Pembunuhan Wanita Cantik Di Lembang

Yoris mengaku bahwa pihaknya telah menemukan beberapa petunjuk yang mengarah ke pelaku. Namun pihaknya masih mencoba mengumpulkan bukti tambahan supaya kasus ini dapat terungkap secara terang benderang.

“Alhamdulillah ada beberapa tanda yang baik mengenai pelakunya,” kata Kapolres Cimahi AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki.

Ia mengatakan bahwa beberapa orang terlibat dalam kasus pembunuhan ini namun begitu, ia masih enggan untuk mengungkapkan jumlah pelaku.

“Kami sudah mengetahui beberapa orang pelaku akan tetapi memang masih menguatkan alat bukti supaya dapat lebih yakin lagi,” kata Yoris.

Titik terang mengenai siapa dan jumlah pelaku yang menghabisi gadis malang tersebut diperoleh penyidik setelah mengumpulkan rekaman CCTV dari beberapa lokasi.

“Kami kumpulkan CCTV dari kontrakan korban, tempat terakhir yang diketahui di kunjungi korban termasuk lokasi kejadian. Tapi kami masih melakukan pendalaman, jadi belum dapat menyampaikan secara terperinci mengenai berapa jumlah pelaku dan siapa pelakunya rinci,” jelasnya.