Polres Lampung Selatan Ungkap Penipuan Bermodus Masuk Akpol Dengan Total Kerugian Rp 1,8 M

Polres Lampung Selatan masih mendalami kasus penipuan dengan modus memasukan siswa ke Akademi Kepolisian atau Akpol. Penyidik sejauh ini masih mendalami motif dari tersangka S yang melakukan penipuan tersebut.

“Masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo.

Ia pun peminta kepada masyarakat untuk tidak percaya jika ada oknum yang menjanjikan dapat memasukan anak atau kerabat masuk ke Akpol dengan imbalan sejumlah uang. Semua pendaftar Akpol itu harus mengikuti seleksi dan tahapan yang telah ditentukan.

“Himbauan percaya pada diri sendiri, persiapkan diri untuk tes dengan baik seperti belajar dan berlatih. Jangan percaya jika ada yang menawarkan pasti masuk dengan membayar sejumlah uang,” jelas Edi.

Polres Lampung Selatan Ungkap Penipuan Bermodus Masuk Akpol Dengan Total Kerugian Rp 1,8 M

Diketahui, seorang pria di Lampung Selatan saat ini menjadi korban penipuan supaya anaknya dapat lulus pada seleksi Akpol. Total kerugian dari pria ini disebut mencapai Rp 1,8 miliar.

Melihat apa yang dijanjikan tidak terealisasikan oleh pelaku, pria ini lalu memilih untuk melapor ke polisi. Polres Lampung Selatan akhirnya pun melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka SR dalam kasus penipuan bermodus penerimaan Akpol yang juga merupakan warga di desa yang sama dengan korban.

“Untuk tersangka kita telah tahan. Karena telah cukup bukit dan unsur terkait kasus penipuan yang menjeratnya,” lanjut Kapolres AKBP Edi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Tri Maradona mengatakan bahwa tersangka SR diduga melakukan tindakan penipuan dengan modus menjanjikan anak korban untuk dapat masuk ke Akpol pada tahun 2018. Akan tetapi setelah mendaftar sebanyak dua kali yaitu 2018 dan 2019, anak korban tidak juga diterima kedalam Akpol.

“Tersangka menjanjikan untuk membantu anak pelapor yang hendak masuk ke Akpol. Tersangka secara berkala meminta uang kepada korban yang ditotal mencapai Rp 1,8 miliar,” kata Tri.