Seorang Oknum TNI Diamankan Oleh Kepolisian Denpasar Karena Menjadi Bandar Narkoba

Seorang oknum TNI yang berinisial A (32) diamankan oleh Polresta Denpasar, Bali bersama rekannya yang berinisial M (28). Oknum TNI tersebut ditangkap karena menjadi bandar narkoba jenis ganja dengan barang bukti sebesar 427,51 gram.

“Oknum TNI tersebut saat ini masih dalam proses pemecatan karena sejak Januari lalu telah dianggap desersi dari kesatuannya,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Jansen mengatakan bahwa kedua pria tersebut berperan sebagai bandar sekaligus pengedar narkotika berjenis ganja.

“Yang bersangkutan ini masih ditahan di Denpom Denpasar sampai menunggu keputusan tetap terhadap yang bersangkutan. Begitu dinyatakan bukan lagi anggota TNI lai melalui proses pemecatan maka kami akan proses sesuai dengan hukum sipil yang berlaku,” katanya.

Seorang Oknum TNI Diamankan Oleh Kepolisian Denpasar Karena Menjadi Bandar Narkoba

Sebanyak 427,51 gram ganja tersebut dibawa dari Jember, Jawa Timur menuju Bali dengan menggunakan jalur darat.

Jansen menerangkan bahwa para tersangka dapat lolos dan masuk ke Bali dengan memasukan barang haram tersebut kedalam bola sehingga seolah-olah barang yang mereka bawa adalah bola mainan. Diduga pada saat pemeriksaan dapat lolos karena bola tersebut tidaklah terdeteksi.

Jansen juga menjelaskan awal penangkapan dari oknum TNI ini dilakukan setelah tim reserse narkoba memperoleh informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selatan akan menjadi lokasi transaksi narkoba.

Setelah itu, petugas langsung bergerak ke lokasi dan berhasil menangkap para tersangka di Pulau Moyo Densel. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa satu paket klip yang berisi ganja dan penggeledahan lebih jauh yang dilakukan di Jalan Taman Pancing Densel berhasil menemukan 18 klip didalam sebuah kresek hitam.

“Di kos tersangka yang ada di Jalan Raya Pemogan Densel ditemukan barang bukti berupa dua plastik klip yang berisi ganja. Dari pengakuan tersangka, barang tersebut adalah miliknya yang disuruh oleh seorang laki-laki yang bernama Bonek yang tidak diketahui keberadaannya dengan cara mengambil tempelan,” ungkap Jansen.

Para tersangka diminta oleh Bonek untuk memecah ganja menjadi beberapa klip dengan bayaran Rp 500 ribu.

Atas perbuatannya ini, kedua tersangka terancam Pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun.