Mak Gadi Hasilkan Empat Rumah Mewah Dari Hasil Bisnis Narkoba Selama 30 Tahun

Polres Indragiri Hulu membentuk tim gabungan dari Reserse Kriminal dan Reserse Narkoba untuk mengusut kekayaan dari Mak Gadi. Wanita berusia 61 tahun yang telah menggeluti bisnis narkoba sejak tahun 1990 sehingga diduga memiliki banyak aset yang diperoleh dari bisnis haram tersebut.

Menurut Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Efrizal, Mak Gadi akan dikenakan pidana tambahan selain UU Nomor 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika.

“Apakah nantinya dapat digeser ke tindak pidana pencucian uang (TPPU),” kata Efrizal.

Efrizal mengatakan bahwa Mak Gadi memiliki rumah mewah di Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat. Dibagian belakang rumahnya ada beberapa rumah yang ditinggali oleh anak-anaknya serta menatu yang juga ikut menjadi bandar dan pengedar narkoba.

Mak Gadi Hasilkan Empat Rumah Mewah Dari Hasil Bisnis Narkoba Selama 30 Tahun

“Ada empat rumah disana, sekelilinginya ada CCTV,” kata Efrizal.

Efrizal menjelaskan bahwa Mak Gadi telah berbisnis narkoba sejak suaminya masih hidup 30 tahun lalu. Dia pun meneruskan bisnis haram tersebut bersama anak-anaknya beserta menantu ketika suaminya meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh, narkoba jenis sabu ketika masuk ke rumahnya jumlahnya dalam kiloan. Setelah itu, barang haram itu dipecah-pecah menjadi paket kecil yang disebar ke pengedar lain.

Walaupun penjadi bandar, Mak Gadi diketahui tidak selalu menggunakan narkoba. Hal ini berbeda dengan anak dan menantunya karena hasil tes urine anak dan menantu dinyatakan positif narkoba.

“Mak Gadinya ini urinenya negatif. Untuk asal usul barang yang dijualnya sejauh ini dia masih tutup mulut,” kata Efrizal.

Menurut Efrizal, masyarakat di desa tersebut berterima kasih kepada Polres karena telah menangkap Mak Gadi. Pasalnya selama ini, warga setempat resah dengan aktivitas dari keluarga Mak gadi.

“Apalagi selama ini seperti tidak tersentuh makanya masyarakat sangat antusias,” kata Efrizal.

Didalam kasus ini, satu anak Mak Gadi telah ditetapkan sebagai buron. Ia berhasil melarikan diri ketika petugas datang mendobrak satu per satu rumah Mak Gadi.

“Mak Gadi sendiri ditangkap di kamar mandi setelah membuang barang bukti. Melalui pemeriksaan, Sabu dan tembakau gorila akhirnya ditemukan di septic tank di rumah Mak Gadi,” kata Efrizal.

Mak Gadi ditangkap pekan lalu dirumahnya setelah salah satu langganannya ditangkap oleh polisi. Ia ditangkap bersama dengan dua anak dan tiga menantunya. Satu anaknya saat ini masih buron.